Troubleshooting Routing

Pelajari troubleshooting routing untuk mengatasi jaringan tidak dapat mencapai tujuan, default route bermasalah, static route salah, dan internet gaga
Portalid

Troubleshooting Routing: Penyebab, Cara Cek dan Solusi Masalah Routing

Pelajari troubleshooting routing untuk mengatasi jaringan tidak dapat mencapai tujuan, default route bermasalah, static route salah, dan internet gagal.

Troubleshooting Routing: Penyebab, Cara Cek dan Solusi Masalah Routing

Pengertian Routing

Routing adalah proses menentukan jalur yang digunakan paket data untuk mencapai jaringan atau perangkat tujuan.

Contoh sederhana:

LAN
192.168.1.0/24
      ↓
Router
      ↓
WAN
      ↓
Internet

Router menggunakan routing table untuk menentukan ke mana paket harus dikirim.

Apa Itu Troubleshooting Routing?

Troubleshooting routing adalah proses mencari dan memperbaiki masalah yang menyebabkan paket data tidak dapat mencapai jaringan tujuan.

Masalah routing dapat menyebabkan:

  • Internet tidak bisa digunakan.

  • Antar-VLAN tidak dapat berkomunikasi.

  • Server tidak dapat diakses.

  • Ping menuju jaringan tertentu gagal.

  • Traffic melewati jalur yang salah.

  • Default route tidak tersedia.

  • Static route salah.

  • Return route tidak tersedia.

Gejala Routing Bermasalah

Beberapa gejala yang umum:

  • Gateway dapat diping tetapi internet gagal.

  • IP tujuan tertentu tidak dapat dijangkau.

  • Satu subnet dapat diakses tetapi subnet lain tidak.

  • tracert berhenti di router tertentu.

  • Ping berhasil dari satu arah tetapi gagal dari arah sebaliknya.

  • Setelah menambahkan route, koneksi justru berubah.

  • Multi-WAN mengirim traffic melalui jalur yang tidak sesuai.

Periksa Routing Table Windows

Gunakan:

route print

Perhatikan:

Network Destination
Netmask
Gateway
Interface
Metric

Default route biasanya terlihat sebagai:

0.0.0.0

Jika default route tidak tersedia, komputer mungkin tidak mengetahui jalur menuju internet.

Periksa Routing Table MikroTik

Gunakan:

/ip route print

Untuk informasi lebih detail:

/ip route print detail

Perhatikan:

  • Destination.

  • Gateway.

  • Distance.

  • Routing table.

  • Status route.

  • Interface.

Default Route

Default route digunakan ketika tidak terdapat route yang lebih spesifik.

Contoh:

0.0.0.0/0

Pada MikroTik, route default dapat dibuat:

/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1

Gateway harus sesuai dengan topologi jaringan.

Static Route

Static route digunakan untuk menentukan jalur tertentu secara manual.

Contoh:

/ip route
add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.1.2

Artinya traffic menuju:

192.168.10.0/24

dikirim melalui:

192.168.1.2

Pastikan gateway tersebut dapat dijangkau.

Route Tidak Aktif

Pada MikroTik, route dapat tidak aktif jika gateway atau interface yang digunakan tidak tersedia.

Periksa:

/ip route print detail

Jika route tidak aktif, periksa:

  • Gateway.

  • Interface.

  • Link.

  • Next-hop.

  • DHCP Client.

  • PPPoE.

  • VLAN.

Routing Antar-VLAN

Contoh:

VLAN 10 → 192.168.10.0/24
VLAN 20 → 192.168.20.0/24

Jika VLAN 10 tidak dapat mengakses VLAN 20, periksa:

  • IP gateway masing-masing VLAN.

  • VLAN ID.

  • Interface VLAN.

  • Routing.

  • Firewall.

  • Return path.

Pada MikroTik:

/ip address print
/interface vlan print
/ip route print
/ip firewall filter print

Routing dan Firewall

Route dapat benar tetapi firewall tetap dapat memblokir traffic.

Periksa:

/ip firewall filter print

Jangan hanya melihat apakah route tersedia.

Troubleshooting routing harus mempertimbangkan:

Route
+
Firewall
+
NAT
+
Return Path

Routing dan NAT

Untuk akses internet dari jaringan private, NAT biasanya diperlukan pada router yang menjadi gateway internet.

Periksa:

/ip firewall nat print

Contoh:

/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Sesuaikan interface WAN dengan konfigurasi sebenarnya.

Return Route

Salah satu masalah routing yang sering terlewat adalah return route.

Contoh:

Client → Router A → Server
Server → ?

Jika server tidak memiliki jalur kembali menuju jaringan client, komunikasi dapat gagal meskipun route dari client menuju server sudah benar.

Routing harus diperiksa dari kedua arah.

Gunakan Ping

Mulai dengan gateway:

ping 192.168.1.1

Kemudian tujuan:

ping 192.168.10.1

Kemudian IP internet:

ping 8.8.8.8

Pada MikroTik:

/ping 8.8.8.8

Jika gateway berhasil tetapi tujuan berikutnya gagal, periksa router dan route di antara kedua jaringan.

Gunakan Tracert

Windows:

tracert 8.8.8.8

Linux:

traceroute 8.8.8.8

Tracert membantu melihat jalur paket dan menemukan titik tempat traffic berhenti atau berubah jalur.

Gunakan Traceroute pada MikroTik

Pada RouterOS:

/tool traceroute 8.8.8.8

Perintah ini membantu melihat hop yang dilewati traffic dari router.

Routing Metric

Jika terdapat beberapa route menuju tujuan yang sama, router dapat memilih route berdasarkan parameter routing seperti distance atau metric, tergantung sistem dan protokol routing.

Pada MikroTik, periksa:

/ip route print detail

Jika menggunakan multi-WAN, perhatikan:

  • Distance.

  • Routing mark/table.

  • Policy routing.

  • Failover.

  • Connection marking.

Routing pada Multi-WAN

Contoh:

ISP 1
   ↓
MikroTik
   ↓
ISP 2

Masalah dapat terjadi jika traffic keluar melalui ISP 1 tetapi return traffic masuk melalui ISP 2.

Untuk konfigurasi multi-WAN, periksa:

/ip route print detail
/routing rule print
/ip firewall mangle print

Gunakan policy routing sesuai desain jaringan.

Routing MikroTik Tidak Bisa Internet

Periksa dengan urutan:

/ip dhcp-client print detail
/ip address print
/ip route print
/ip firewall nat print
/ip firewall filter print
/ping 8.8.8.8

Jika WAN memperoleh IP tetapi tidak ada default route, fokus pada routing.

Jika route sudah benar tetapi internet tetap gagal, periksa NAT dan firewall.

Routing DNS Bukan Routing Internet

Jika:

ping 8.8.8.8 → berhasil

tetapi:

ping google.com → gagal

kemungkinan besar masalah berada pada DNS, bukan routing.

Uji:

nslookup google.com

Hal ini penting agar troubleshooting tidak berpindah ke konfigurasi routing yang sebenarnya sudah benar.

Routing Berdasarkan Gejala

GejalaPemeriksaan
Gateway gagalLAN/IP/Gateway
Gateway berhasil, internet gagalRouting/NAT/WAN
Hanya satu subnet gagalStatic route/VLAN
Antar-VLAN gagalVLAN/route/firewall
Route tidak aktifGateway/interface
Tracert berhentiRouter/firewall/routing
Ping satu arahReturn route/firewall
DNS gagal tetapi IP berhasilDNS
Multi-WAN tidak stabilPolicy routing/failover
Internet hanya sebagian jaringanRoute/NAT/firewall

Urutan Troubleshooting Routing

Cek IP Address
      ↓
Cek Gateway
      ↓
Ping Gateway
      ↓
Cek Routing Table
      ↓
Cek Default Route
      ↓
Ping Tujuan
      ↓
Gunakan Tracert
      ↓
Cek Firewall
      ↓
Cek NAT
      ↓
Cek Return Route
      ↓
Cek Multi-WAN / Policy Routing

Kesalahan Umum Routing

Menambahkan route tanpa memahami topologi

Route harus memiliki tujuan dan next-hop yang jelas.

Hanya memeriksa jalur pergi

Return route sama pentingnya dengan route menuju tujuan.

Menganggap route yang terlihat berarti aktif

Periksa status route dan gateway.

Mengabaikan firewall

Route benar tidak berarti traffic pasti diizinkan.

Menggunakan gateway yang tidak dapat dijangkau

Next-hop harus dapat dicapai melalui interface yang sesuai.

Tips Mengelola Routing

  • Dokumentasikan setiap subnet.

  • Dokumentasikan gateway.

  • Dokumentasikan static route.

  • Hindari route duplikat yang tidak diperlukan.

  • Gunakan nama interface yang jelas.

  • Backup konfigurasi router.

  • Uji route setelah perubahan.

  • Gunakan ping dan tracert.

  • Periksa return route.

  • Dokumentasikan konfigurasi multi-WAN.

Checklist Troubleshooting Routing

[ ] IP Address benar
[ ] Gateway benar
[ ] Gateway dapat diping
[ ] Routing table benar
[ ] Default route tersedia
[ ] Static route benar
[ ] Gateway route dapat dijangkau
[ ] VLAN benar
[ ] Firewall tidak memblokir
[ ] NAT benar
[ ] Return route tersedia
[ ] Tracert diperiksa
[ ] Multi-WAN diperiksa
[ ] Policy routing diperiksa
[ ] ISP/WAN normal

Kesimpulan

Routing menentukan bagaimana paket data bergerak dari satu jaringan menuju jaringan lainnya.

Saat terjadi masalah routing, jangan langsung mengubah konfigurasi. Mulailah dari:

IP Address
↓
Gateway
↓
Routing Table
↓
Default Route
↓
Static Route
↓
Firewall
↓
NAT
↓
Return Route

Pada MikroTik, perintah penting untuk pemeriksaan routing adalah:

/ip address print
/ip route print detail
/ip firewall filter print
/ip firewall nat print
/ping 8.8.8.8
/tool traceroute 8.8.8.8

Dengan pemeriksaan sistematis, masalah seperti default route hilang, static route salah, antar-VLAN gagal, multi-WAN tidak sesuai, atau jaringan tujuan tidak dapat dicapai dapat ditemukan dengan lebih cepat.

SEO Metadata

Slug: troubleshooting-routing

Keyword Utama: troubleshooting routing

Keyword Turunan: routing bermasalah, cara troubleshooting routing, routing tidak berfungsi, default route bermasalah, static route tidak bekerja, routing MikroTik, routing table, cara cek routing, antar VLAN tidak bisa terhubung, routing internet bermasalah

Kategori: Jaringan Komputer

Tags: Troubleshooting Jaringan, Jaringan Komputer, Networking, Routing, Routing Table, Default Route, Static Route, Dynamic Routing, Gateway, IP Address, Subnetting, VLAN, Inter-VLAN, MikroTik, RouterOS, Firewall, NAT, Multi-WAN, Policy Routing, Traceroute, Ping, Internet, WAN, Network Error

إرسال تعليق

Gunakan formulir komentar untuk menyampaikan pertanyaan, memberikan masukan, atau berbagi pengalaman terkait artikel ini. Harap gunakan bahasa yang sopan dan relevan.