DHCP Server MikroTik Tidak Berfungsi: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pelajari cara mengatasi DHCP Server MikroTik tidak berfungsi, mulai dari pemeriksaan interface, IP pool, DHCP network, lease, VLAN, hingga konfigurasi DHCP Server.
DHCP Server MikroTik Tidak Berfungsi? Ini Solusinya
DHCP Server MikroTik tidak berfungsi
DHCP MikroTik tidak memberikan IP, konfigurasi DHCP Server MikroTik, IP DHCP MikroTik, DHCP pool MikroTik, troubleshooting MikroTik
MikroTik, DHCP Server, DHCP Client, IP Address, IP Pool, RouterOS, Jaringan Komputer, Troubleshooting MikroTik
Pendahuluan
DHCP Server MikroTik berfungsi memberikan konfigurasi jaringan secara otomatis kepada perangkat klien, seperti komputer, laptop, smartphone, dan perangkat jaringan lainnya. Informasi yang diberikan biasanya meliputi IP Address, subnet mask, default gateway, dan DNS Server.
Ketika DHCP Server MikroTik tidak berfungsi, perangkat klien bisa gagal mendapatkan IP Address, memperoleh alamat otomatis seperti 169.254.x.x pada Windows, atau terhubung ke Wi-Fi tetapi tidak dapat mengakses jaringan.
Masalah ini dapat disebabkan oleh DHCP Server yang tidak aktif, interface yang salah, IP Pool kehabisan alamat, konfigurasi DHCP Network yang keliru, atau masalah VLAN dan bridge.
Artikel Portalid ini membahas cara memeriksa dan memperbaiki DHCP Server MikroTik secara bertahap.
Penyebab DHCP Server MikroTik Tidak Berfungsi
Berikut beberapa penyebab yang sering terjadi:
DHCP Server dalam kondisi disabled atau invalid.
DHCP Server terpasang pada interface yang salah.
IP Address LAN belum dikonfigurasi dengan benar.
IP Pool kehabisan alamat yang tersedia.
DHCP Network tidak sesuai dengan subnet LAN.
Bridge atau VLAN belum dikonfigurasi dengan benar.
Kabel, port switch, atau access point bermasalah.
Terdapat DHCP Server lain yang memberikan konfigurasi berbeda.
Firewall atau konfigurasi jaringan mengganggu proses DHCP.
Perangkat klien mengalami masalah saat meminta alamat IP.
Periksa Status DHCP Server
Langkah pertama adalah memeriksa apakah DHCP Server sudah dibuat dan aktif.
Buka Terminal di WinBox atau WebFig, kemudian jalankan:
/ip dhcp-server print detail
Periksa interface yang digunakan, status server, dan informasi konfigurasi lainnya.
Jika DHCP Server disabled, periksa apakah server tersebut memang seharusnya aktif sebelum mengaktifkannya. Jika status menunjukkan invalid, periksa konfigurasi terkait, seperti interface dan IP Pool.
Untuk melihat daftar DHCP Network, jalankan:
/ip dhcp-server network print detail
Pastikan konfigurasi network sesuai dengan subnet LAN yang digunakan.
Periksa IP Address pada Interface LAN
DHCP Server membutuhkan interface LAN yang dikonfigurasi dengan alamat IP sesuai jaringan klien.
Jalankan:
/ip address print detail
Sebagai contoh, jaringan LAN menggunakan konfigurasi berikut:
IP Address MikroTik:
192.168.10.1/24Network LAN:
192.168.10.0/24Rentang IP klien:
192.168.10.10–192.168.10.254
Alamat IP router harus berada pada subnet yang benar dan terpasang pada interface LAN atau bridge yang digunakan klien.
Jika jaringan klien terhubung melalui bridge, biasanya DHCP Server ditempatkan pada interface bridge tersebut, bukan pada salah satu port anggota bridge secara terpisah.
Periksa IP Pool DHCP
IP Pool menentukan rentang alamat yang dapat diberikan kepada perangkat klien.
Periksa konfigurasi IP Pool:
/ip pool print detail
Misalnya, IP Pool yang digunakan bernama pool-lan dengan rentang:
/ip pool
add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.254
Pastikan nama Pool yang digunakan DHCP Server sesuai dengan nama Pool yang tersedia.
Periksa juga apakah rentang alamat cukup untuk jumlah perangkat yang terhubung. Jika seluruh alamat yang tersedia sedang digunakan atau dicadangkan, klien baru mungkin tidak memperoleh IP Address.
Penting: Sesuaikan rentang contoh di atas dengan subnet jaringan Anda. Jangan menggunakan rentang yang bertabrakan dengan alamat statis perangkat atau jaringan lain.
Periksa DHCP Network
DHCP Network menyimpan informasi jaringan yang akan diberikan kepada klien, seperti gateway dan DNS.
Untuk jaringan contoh 192.168.10.0/24, konfigurasi dapat berbentuk:
/ip dhcp-server network
add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
Perintah tersebut merupakan contoh jika entri untuk subnet tersebut belum tersedia. Periksa konfigurasi yang sudah ada terlebih dahulu agar tidak membuat entri duplikat.
Jika MikroTik digunakan sebagai DNS resolver, pastikan layanan DNS sudah dikonfigurasi dengan benar dan akses dari jaringan LAN diizinkan sesuai kebutuhan.
Jika DHCP Network memiliki gateway atau subnet yang salah, klien mungkin mendapatkan IP Address tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan yang seharusnya.
Contoh Konfigurasi DHCP Server MikroTik
Berikut contoh konfigurasi dasar untuk LAN 192.168.10.0/24.
Asumsi:
Interface LAN adalah
bridge-lan.IP MikroTik pada LAN adalah
192.168.10.1/24.Rentang IP klien adalah
192.168.10.10–192.168.10.254.Belum ada DHCP Server atau IP Pool untuk jaringan tersebut.
Langkah pertama — tambahkan IP Address LAN jika belum ada:
/ip address
add address=192.168.10.1/24 interface=bridge-lan
Langkah kedua — buat IP Pool:
/ip pool
add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.254
Langkah ketiga — tambahkan DHCP Network:
/ip dhcp-server network
add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1
Langkah keempat — buat DHCP Server:
/ip dhcp-server
add name=dhcp-lan interface=bridge-lan address-pool=pool-lan lease-time=1d disabled=no
Jalankan contoh tersebut hanya setelah memeriksa konfigurasi yang sudah ada. Jika DHCP Server, Pool, Network, atau IP Address telah dibuat, perbaiki entri yang sesuai alih-alih menambahkan konfigurasi duplikat.
Pastikan bridge-lan memang merupakan interface LAN yang digunakan perangkat klien. Nama interface dapat berbeda pada setiap router.
Periksa DHCP Lease
DHCP Lease menunjukkan alamat yang telah diberikan kepada klien atau status peminjaman alamat yang tercatat oleh server.
Jalankan:
/ip dhcp-server lease print detail
Perhatikan apakah perangkat klien muncul dalam daftar lease.
Jika perangkat tidak muncul sama sekali, periksa koneksi fisik, VLAN, bridge, interface DHCP Server, dan apakah permintaan DHCP mencapai router.
Jika perangkat muncul tetapi memperoleh alamat yang tidak sesuai, periksa konfigurasi Pool, Network, serta kemungkinan adanya DHCP Server lain dalam jaringan.
Anda juga dapat memeriksa log:
/log print where topics~"dhcp"
Pesan log dapat membantu menemukan indikasi kegagalan DHCP, tetapi ketersediaan detail log bergantung pada konfigurasi logging dan versi RouterOS.
DHCP Server Berjalan, tetapi Klien Tidak Mendapatkan IP
Jika status DHCP Server aktif tetapi klien masih gagal memperoleh IP Address, periksa jalur koneksi dari klien menuju server.
Beberapa hal yang perlu diperiksa:
Pastikan port switch atau access point terhubung ke LAN yang benar.
Pastikan interface anggota bridge sudah sesuai.
Jika menggunakan VLAN, pastikan VLAN ID, tagging, dan untagging sesuai dengan desain jaringan.
Pastikan tidak ada DHCP Server lain yang memberikan alamat dari subnet berbeda.
Uji dengan perangkat klien lain untuk membedakan masalah router dan perangkat.
Periksa apakah permintaan DHCP dari klien mencapai interface LAN.
DHCP untuk IPv4 umumnya menggunakan UDP port 67 pada server dan port 68 pada klien. Jika menggunakan firewall khusus atau segmentasi jaringan, pastikan proses DHCP tidak terblokir oleh aturan yang relevan.
Jangan langsung menonaktifkan seluruh firewall. Periksa aturan yang benar-benar berkaitan dengan trafik DHCP dan jalur jaringan klien.
Periksa DHCP Client pada Komputer Windows
Untuk mengetahui apakah komputer mendapatkan IP Address dari DHCP, buka Command Prompt dan jalankan:
ipconfig /all
Cari adapter Ethernet atau Wi-Fi yang digunakan. Perhatikan nilai DHCP Enabled, IPv4 Address, Subnet Mask, Default Gateway, dan DHCP Server.
Jika perangkat memperoleh alamat 169.254.x.x, Windows kemungkinan tidak berhasil mendapatkan konfigurasi IPv4 melalui DHCP.
Anda dapat mencoba memperbarui alamat dengan:
ipconfig /release
ipconfig /renew
Jalankan perintah tersebut pada adapter yang sesuai. Jika masih gagal, periksa koneksi kabel atau Wi-Fi, VLAN, dan konfigurasi DHCP MikroTik.
Tabel Troubleshooting DHCP Server MikroTik
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Pemeriksaan |
|---|---|---|
| Klien tidak mendapat IP | DHCP Server tidak aktif atau interface salah | Periksa DHCP Server dan interface |
IP klien menjadi 169.254.x.x | Permintaan DHCP tidak mendapat jawaban | Periksa jalur LAN, VLAN, dan server |
| Klien mendapat IP tetapi tanpa gateway | DHCP Network salah | Periksa gateway pada DHCP Network |
| DHCP Server invalid | Interface atau Pool tidak valid | Periksa detail konfigurasi |
| Sebagian klien gagal mendapat IP | Pool terbatas atau masalah port/VLAN | Periksa lease dan jalur klien |
| Klien mendapat IP dari subnet yang salah | Ada DHCP Server lain atau konfigurasi salah | Periksa server DHCP yang aktif di jaringan |
Kesimpulan
DHCP Server MikroTik yang tidak berfungsi dapat disebabkan oleh konfigurasi server, IP Pool, DHCP Network, interface LAN, bridge, VLAN, maupun masalah konektivitas perangkat klien.
Lakukan pemeriksaan secara berurutan mulai dari status DHCP Server, alamat IP LAN, IP Pool, DHCP Network, DHCP Lease, hingga jalur koneksi klien. Dengan langkah yang sistematis, penyebab masalah lebih mudah ditemukan tanpa harus mengubah seluruh konfigurasi router.
Portalid menyediakan tutorial MikroTik, panduan jaringan komputer, serta solusi praktis untuk membantu administrator dan pengguna memahami konfigurasi jaringan dengan lebih baik.