Cara Setting DNS MikroTik

Portalid

Pelajari cara setting DNS MikroTik dengan mudah, mulai dari DNS server, Allow Remote Requests, cache DNS, hingga pengujian koneksi dan troubleshooting.

Cara Setting DNS MikroTik Lengkap untuk Pemula dan Jaringan Kantor


Cara Setting DNS MikroTik dengan Mudah dan Lengkap

Pendahuluan

DNS atau Domain Name System merupakan salah satu komponen penting dalam jaringan komputer. DNS berfungsi menerjemahkan nama domain seperti google.com menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh perangkat jaringan.

Pada MikroTik, DNS dapat digunakan untuk kebutuhan router itu sendiri maupun sebagai DNS resolver bagi perangkat client di jaringan LAN.

Contohnya, komputer yang terhubung ke MikroTik dapat menggunakan:

DNS Server: 192.168.10.1

Kemudian MikroTik meneruskan permintaan DNS tersebut ke DNS upstream seperti:

1.1.1.1
8.8.8.8

Dengan konfigurasi DNS yang tepat, proses resolusi domain menjadi lebih teratur dan administrator jaringan dapat mengelola DNS dari router.


Pengertian DNS MikroTik

DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.

Contohnya:

google.com
      ↓
DNS
      ↓
Alamat IP Server Google

Pada MikroTik, DNS dapat berfungsi sebagai DNS cache dan resolver.

Alur sederhananya:

Client
   │
   │ DNS Request
   ▼
MikroTik
   │
   │ DNS Query
   ▼
DNS Server Internet
   │
   ▼
Jawaban DNS
   │
   ▼
MikroTik Cache
   │
   ▼
Client

MikroTik juga dapat menyimpan hasil DNS dalam cache sehingga permintaan domain tertentu dapat dilayani lebih cepat tanpa selalu melakukan query ulang ke DNS upstream.


Manfaat Setting DNS pada MikroTik

Beberapa manfaat konfigurasi DNS pada MikroTik antara lain:

1. Resolusi Domain

MikroTik dapat membantu menerjemahkan nama domain menjadi IP Address.

2. DNS Cache

Hasil query DNS dapat disimpan sementara di cache.

3. DNS untuk Client

Perangkat LAN dapat menggunakan MikroTik sebagai DNS resolver.

4. Konfigurasi Terpusat

Administrator cukup mengatur DNS pada router sehingga client dapat menggunakan konfigurasi yang sama.

5. Troubleshooting Lebih Mudah

Konfigurasi DNS yang terpusat memudahkan pengecekan ketika pengguna mengalami masalah akses website.


Persiapan Sebelum Setting DNS MikroTik

Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan MikroTik sudah mempunyai koneksi internet.

Contoh topologi:

Internet
   │
   ▼
Modem / ISP
   │
   ▼
MikroTik
   │
   ▼
Switch
   │
   ├── PC
   ├── Laptop
   ├── Access Point
   └── Perangkat lainnya

Contoh konfigurasi:

ParameterNilai
IP MikroTik LAN192.168.10.1
DNS 11.1.1.1
DNS 28.8.8.8
Interface LANether2

Konfigurasi IP di atas hanya contoh. Gunakan alamat yang sesuai dengan jaringan Anda.


Alat dan Software yang Diperlukan

Anda dapat menggunakan beberapa metode untuk melakukan konfigurasi DNS MikroTik.

WinBox

Metode yang paling mudah untuk pemula.

WebFig

Konfigurasi dilakukan melalui browser.

Terminal

Bisa digunakan melalui WinBox Terminal, SSH, atau console.


Langkah-Langkah Setting DNS MikroTik

1. Login ke MikroTik

Buka WinBox dan login menggunakan akun administrator.

Setelah masuk, buka:

IP → DNS

Anda akan melihat halaman konfigurasi DNS.


2. Masukkan DNS Server

Pada bagian Servers, masukkan DNS yang ingin digunakan.

Contoh:

1.1.1.1
8.8.8.8

Anda dapat menggunakan DNS publik lainnya sesuai kebutuhan.

Contoh konfigurasi:

DNS Server 1 : 1.1.1.1
DNS Server 2 : 8.8.8.8

Kemudian klik Apply.


3. Aktifkan Allow Remote Requests

Jika MikroTik akan digunakan sebagai DNS resolver untuk client LAN, aktifkan:

Allow Remote Requests

Dengan opsi ini, client dapat mengirim DNS request ke IP MikroTik.

Contoh:

Client
192.168.10.10
      │
      │ DNS Request
      ▼
MikroTik
192.168.10.1
      │
      ▼
1.1.1.1

Setelah konfigurasi selesai klik Apply → OK.

Catatan keamanan

Jangan sembarangan membuat DNS resolver MikroTik dapat diakses dari internet.

Idealnya DNS service hanya dapat diakses dari jaringan internal/LAN yang memang membutuhkannya. Pastikan firewall router tidak membiarkan DNS TCP/UDP port 53 terbuka ke interface WAN tanpa alasan yang jelas.


4. Setting DNS melalui Terminal

Selain WinBox, konfigurasi dapat dilakukan menggunakan Terminal RouterOS.

Contoh:

/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes

Kemudian periksa konfigurasi:

/ip dns print

Contoh hasil:

servers: 1.1.1.1,8.8.8.8
allow-remote-requests: yes
cache-size: ...
cache-max-ttl: ...

5. Melihat DNS Cache MikroTik

MikroTik dapat menyimpan hasil DNS query pada cache.

Gunakan:

/ip dns cache print

Anda dapat melihat domain yang sudah pernah di-query melalui router.

Untuk pencarian tertentu, Anda dapat menggunakan:

/ip dns cache print where name~"google"

Ini berguna ketika melakukan troubleshooting DNS.


6. Menghapus DNS Cache

Jika Anda ingin membersihkan DNS cache, gunakan:

/ip dns cache flush

Setelah cache dibersihkan, query DNS berikutnya akan dilakukan kembali ke DNS upstream.

Ini dapat berguna ketika terjadi masalah resolusi DNS atau ketika hasil DNS lama masih tersimpan.


7. Konfigurasi DNS untuk DHCP Client

Jika client memperoleh IP melalui DHCP Server MikroTik, Anda dapat memberikan IP MikroTik sebagai DNS Server.

Misalnya:

IP MikroTik:
192.168.10.1

Pada DHCP Server gunakan:

DNS Server:
192.168.10.1

Alurnya menjadi:

Laptop
   │
   │ DHCP
   ▼
192.168.10.10
   │
   │ DNS → 192.168.10.1
   ▼
MikroTik
   │
   ▼
1.1.1.1 / 8.8.8.8

Dengan metode ini, seluruh client LAN dapat menggunakan MikroTik sebagai DNS resolver.


8. Mengatur DNS melalui DHCP Network

Pada WinBox masuk ke:

IP → DHCP Server → Networks

Pilih network LAN yang digunakan.

Contohnya:

Address:
192.168.10.0/24

Kemudian pada DNS Servers masukkan:

192.168.10.1

Setelah itu klik Apply → OK.

Client yang melakukan DHCP renewal akan mendapatkan:

DNS Server: 192.168.10.1

9. Menguji DNS dari MikroTik

Setelah konfigurasi selesai, lakukan pengujian.

Pertama cek apakah MikroTik dapat terhubung ke internet:

/ping 8.8.8.8

Jika mendapatkan reply, koneksi IP ke internet berjalan.

Kemudian uji resolusi domain:

/ping google.com

Jika MikroTik dapat melakukan resolve domain dan ping berjalan, konfigurasi DNS kemungkinan sudah bekerja.


10. Menguji DNS dari Windows

Pada komputer client buka Command Prompt.

Jalankan:

ipconfig /all

Cari bagian:

DNS Servers

Pastikan client mendapatkan DNS yang sesuai.

Contohnya:

DNS Servers . . . . . . : 192.168.10.1

Kemudian jalankan:

nslookup google.com

Jika berhasil, akan muncul informasi DNS server dan alamat IP domain.

Contoh:

Server:  192.168.10.1
Address: 192.168.10.1

Name:    google.com
Address: ...

11. Pengujian Menggunakan nslookup

Perintah berikut juga sangat berguna:

nslookup portalid.zone.id

Untuk menguji DNS tertentu:

nslookup google.com 1.1.1.1

Dengan cara tersebut Anda dapat membandingkan hasil resolusi DNS dari MikroTik dengan DNS publik.


Tips dan Optimasi DNS MikroTik

Gunakan Lebih dari Satu DNS

Untuk meningkatkan redundansi, Anda dapat menggunakan dua atau lebih DNS resolver.

Contoh:

1.1.1.1
8.8.8.8

Jika salah satu DNS mengalami gangguan, resolver lainnya dapat digunakan.


Gunakan DNS yang Stabil

Tidak semua DNS memiliki performa yang sama di setiap lokasi.

Untuk jaringan produksi, sebaiknya lakukan pengujian latency dan reliability sebelum menentukan DNS utama.


Gunakan MikroTik sebagai DNS Resolver

Untuk jaringan kantor dengan banyak perangkat, pola berikut cukup praktis:

Client
  ↓
MikroTik DNS
  ↓
Upstream DNS

Client tidak perlu mengetahui banyak DNS publik karena cukup menggunakan IP router.


Jangan Membuka DNS ke Internet

Jika Allow Remote Requests aktif, perhatikan keamanan firewall.

DNS resolver yang terbuka ke internet dapat disalahgunakan sebagai open resolver dan berpotensi dimanfaatkan untuk serangan DNS amplification.

Karena itu, batasi akses DNS ke jaringan internal.


Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Bisa Ping IP tetapi Tidak Bisa Membuka Website

Misalnya:

ping 8.8.8.8

berhasil.

Tetapi:

ping google.com

gagal.

Kemungkinan besar terdapat masalah DNS.

Periksa:

/ip dns print

Pastikan DNS server sudah tersedia.


2. Client Tidak Mendapatkan DNS MikroTik

Jalankan:

ipconfig /all

Jika DNS masih menggunakan alamat yang tidak sesuai, periksa:

IP → DHCP Server → Networks

Pastikan DNS Server sudah diarahkan ke:

192.168.10.1

atau DNS yang memang Anda inginkan.


3. Allow Remote Requests Tidak Aktif

Jika client diarahkan menggunakan:

192.168.10.1

sebagai DNS tetapi tidak mendapatkan respons, periksa:

IP → DNS → Allow Remote Requests

Pastikan pengaturan tersebut aktif apabila memang MikroTik digunakan sebagai DNS resolver client.


4. DNS Bisa Diakses dari WAN

Ini merupakan masalah keamanan.

Jika DNS resolver dapat menerima request dari internet, periksa firewall MikroTik.

Prinsipnya:

LAN → DNS MikroTik → Allow
WAN → DNS MikroTik → Block

Kecuali memang ada kebutuhan khusus dan pengamanannya sudah dirancang dengan benar.


5. DNS Cache Bermasalah

Jika domain masih mengarah ke hasil lama, coba bersihkan cache:

/ip dns cache flush

Kemudian ulangi pengujian:

nslookup nama-domain.com

Contoh Konfigurasi DNS MikroTik Sederhana

Untuk jaringan sederhana:

Internet
   │
   ▼
MikroTik
   │
   ├── DNS: 1.1.1.1
   ├── DNS: 8.8.8.8
   │
   ▼
LAN 192.168.10.0/24
   │
   ├── PC
   ├── Laptop
   ├── Smartphone
   └── Access Point

Konfigurasi terminal:

/ip dns set servers=1.1.1.1,8.8.8.8 allow-remote-requests=yes

Kemudian:

/ip dns print

Uji:

/ping google.com

Jika berhasil, lanjutkan pengujian dari client:

nslookup google.com

Kesimpulan

DNS MikroTik berfungsi sebagai bagian penting dalam proses resolusi nama domain pada jaringan. MikroTik dapat menggunakan DNS upstream seperti 1.1.1.1 dan 8.8.8.8, menyimpan hasil query melalui DNS cache, serta melayani permintaan DNS dari client LAN.

Untuk jaringan sederhana, konfigurasi yang umum adalah menggunakan MikroTik sebagai DNS resolver, kemudian memberikan IP MikroTik kepada client melalui DHCP Server.

Konfigurasi dasar yang perlu diperhatikan adalah DNS Server, Allow Remote Requests, DHCP Network, DNS Cache, dan firewall. Khusus untuk Allow Remote Requests, pastikan akses DNS dibatasi agar router tidak menjadi open resolver yang dapat disalahgunakan dari internet.

Dengan konfigurasi DNS yang benar dan pengujian menggunakan ping, nslookup, serta ipconfig /all, troubleshooting masalah DNS pada jaringan MikroTik menjadi jauh lebih mudah.

Posting Komentar

Gunakan formulir komentar untuk menyampaikan pertanyaan, memberikan masukan, atau berbagi pengalaman terkait artikel ini. Harap gunakan bahasa yang sopan dan relevan.