Cara Memeriksa Kode Error Driver dan Perangkat Keras di Windows 10 dan Windows 11
Pelajari cara memeriksa kode error driver dan perangkat keras di Windows 10 dan Windows 11 melalui Device Manager, Event Viewer, dan alat diagnostik.
Cara Memeriksa Kode Error Driver dan Hardware Windows 10/11
Windows 10, Windows 11, Driver, Hardware, Device Manager, Error Code, Troubleshooting, Komputer, IT Support
Pendahuluan
Driver dan perangkat keras merupakan bagian penting dari sistem operasi Windows. Driver berfungsi sebagai penghubung antara Windows dan perangkat seperti kartu grafis, adaptor jaringan, Bluetooth, printer, USB, serta perangkat penyimpanan.
Ketika driver tidak kompatibel atau perangkat keras mengalami gangguan, Windows dapat menampilkan kode error. Akibatnya, perangkat tidak terdeteksi, tidak dapat digunakan, atau bekerja dengan tidak normal.
Windows 10 dan Windows 11 menyediakan beberapa alat untuk membantu proses pemeriksaan, seperti Device Manager, Event Viewer, Windows Memory Diagnostic, dan alat diagnostik dari produsen perangkat.
Artikel Portalid ini membahas cara memeriksa kode error driver dan perangkat keras secara bertahap agar pengguna dapat menentukan tindakan perbaikan yang tepat.
Apa Itu Kode Error Driver dan Hardware?
Kode error driver dan hardware adalah informasi yang ditampilkan Windows ketika perangkat atau driver mengalami masalah tertentu.
Kode tersebut dapat ditemukan pada Device Manager, log sistem, atau aplikasi diagnostik perangkat.
Secara umum, masalah dapat dikelompokkan menjadi:
Masalah driver: driver tidak terpasang, rusak, atau tidak kompatibel.
Masalah perangkat keras: perangkat tidak terhubung, mengalami kerusakan, atau tidak berfungsi normal.
Masalah konfigurasi: perangkat dinonaktifkan atau tidak dikonfigurasi dengan benar.
Masalah sumber daya: Windows tidak dapat menyediakan sumber daya yang diperlukan perangkat.
Masalah komunikasi: koneksi perangkat, port, kabel, atau pengendali mengalami gangguan.
Kode error merupakan petunjuk awal. Tidak semua kode menunjukkan kerusakan fisik perangkat keras.
Memeriksa Driver Bermasalah melalui Device Manager
Device Manager merupakan alat bawaan Windows yang digunakan untuk melihat perangkat keras dan status drivernya.
Cara Membuka Device Manager
Langkah-langkah berikut berlaku untuk Windows 10 dan Windows 11:
Klik kanan tombol Start.
Pilih Device Manager.
Periksa daftar perangkat yang ditampilkan.
Cari perangkat dengan tanda peringatan berwarna kuning.
Klik kanan perangkat tersebut.
Pilih Properties.
Buka tab General.
Periksa bagian Device status.
Jika perangkat mengalami masalah, Windows biasanya menampilkan pesan dan kode error pada bagian tersebut.
Contohnya, Windows dapat menampilkan pesan bahwa perangkat tidak dapat dimulai atau driver belum terpasang.
Catat kode dan pesan lengkap sebelum melakukan perubahan.
Daftar Kode Error Driver dan Perangkat Keras
Berikut beberapa kode yang sering ditemukan pada Device Manager.
| Kode | Arti umum | Pemeriksaan awal |
|---|---|---|
| Code 10 | Perangkat tidak dapat dimulai | Periksa driver dan koneksi |
| Code 12 | Perangkat tidak memperoleh sumber daya yang cukup karena konflik alokasi | Periksa konfigurasi dan sumber daya perangkat |
| Code 22 | Perangkat dinonaktifkan | Aktifkan perangkat jika diperlukan |
| Code 28 | Driver belum terpasang | Pasang driver yang sesuai |
| Code 31 | Windows tidak dapat memuat driver yang diperlukan | Periksa dan perbarui driver |
| Code 43 | Windows menghentikan perangkat setelah mendeteksi masalah | Periksa driver, koneksi, dan hardware |
| Code 45 | Perangkat tidak sedang terhubung | Periksa koneksi fisik |
| Code 52 | Windows tidak dapat memverifikasi tanda tangan digital driver | Periksa keaslian dan kompatibilitas driver |
Arti kode perlu dibaca bersama pesan yang ditampilkan Windows. Sebagai contoh, Code 43 dapat disebabkan oleh masalah driver maupun perangkat keras, sehingga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa perangkat pasti rusak.
Cara Mengatasi Error Driver Code 10
Code 10 menunjukkan bahwa Windows tidak dapat memulai perangkat.
Kode ini dapat ditemukan pada adaptor jaringan, kartu grafis, Bluetooth, perangkat USB, dan perangkat lainnya.
Langkah pemeriksaan:
Buka Device Manager.
Klik kanan perangkat yang mengalami Code 10.
Pilih Properties untuk memastikan kode error.
Periksa koneksi perangkat jika memungkinkan.
Buka tab Driver.
Jika masalah muncul setelah pembaruan driver dan opsi tersedia, pilih Roll Back Driver.
Jika tidak, pasang driver yang sesuai dari situs resmi produsen.
Restart komputer setelah perubahan dilakukan.
Jika perangkat eksternal tetap mengalami Code 10, coba port atau kabel lain yang diketahui berfungsi. Untuk perangkat internal, gunakan panduan produsen sebelum membongkar komputer.
Cara Mengatasi Error Driver Code 28
Code 28 menunjukkan bahwa driver untuk perangkat belum terpasang.
Masalah ini sering muncul setelah instalasi ulang Windows, pemasangan perangkat baru, atau pembaruan sistem.
Langkah perbaikan:
Buka Device Manager.
Klik kanan perangkat yang mengalami Code 28.
Pilih Properties dan periksa nama perangkat.
Cari driver yang sesuai berdasarkan model perangkat atau model komputer.
Unduh driver dari situs resmi produsen.
Jalankan installer sesuai petunjuk.
Restart komputer jika diminta.
Jika nama perangkat belum dikenali, periksa tab Details pada Properties dan pilih Hardware Ids dari menu Property.
Hardware ID dapat membantu mengidentifikasi model perangkat yang tepat. Hindari memilih driver hanya berdasarkan kemiripan nama.
Cara Mengatasi Error Code 43
Code 43 menunjukkan bahwa Windows menghentikan perangkat karena perangkat tersebut melaporkan masalah.
Kode ini dapat muncul pada kartu grafis, perangkat USB, adaptor jaringan, dan perangkat keras lainnya.
Langkah pemeriksaan:
Restart komputer.
Periksa kabel dan konektor perangkat.
Coba port lain jika perangkat menggunakan USB.
Periksa pembaruan atau rollback driver.
Uji perangkat pada komputer lain jika aman dan memungkinkan.
Gunakan alat diagnostik resmi produsen jika tersedia.
Jika Code 43 tetap muncul setelah pemeriksaan driver dan koneksi, ada kemungkinan masalah berasal dari perangkat keras. Namun, konfirmasi lebih lanjut tetap diperlukan.
Jangan langsung membeli perangkat pengganti hanya berdasarkan kode ini.
Memeriksa Versi dan Status Driver
Jika Windows menampilkan kode error, periksa versi driver sebelum memperbaruinya.
Langkah-langkah:
Buka Device Manager.
Klik kanan perangkat.
Pilih Properties.
Buka tab Driver.
Periksa informasi berikut:
Driver Provider
Driver Date
Driver Version
Digital Signer
Informasi tersebut membantu memastikan apakah driver berasal dari penyedia yang sesuai dan apakah perubahan driver berkaitan dengan munculnya masalah.
Tanggal driver yang lebih lama tidak selalu berarti driver tersebut bermasalah. Gunakan kompatibilitas, catatan perubahan, dan kondisi perangkat sebagai pertimbangan.
Memeriksa Hardware ID Perangkat
Hardware ID adalah identitas perangkat yang dapat digunakan untuk menemukan driver yang sesuai.
Cara melihatnya:
Buka Device Manager.
Klik kanan perangkat yang bermasalah.
Pilih Properties.
Buka tab Details.
Pada bagian Property, pilih Hardware Ids.
Salin salah satu ID yang ditampilkan.
Gunakan ID tersebut untuk mencocokkan perangkat dengan dokumentasi atau driver dari produsen resmi.
Jangan memasang driver dari situs tidak tepercaya hanya karena nama perangkat terlihat cocok.
Memeriksa Log Error dengan Event Viewer
Event Viewer menyimpan catatan kejadian sistem dan aplikasi. Alat ini berguna jika masalah perangkat terjadi berulang kali atau Device Manager tidak memberikan informasi yang cukup.
Langkah Membuka Event Viewer
Tekan
Windows + R.Ketik
eventvwr.msc.Tekan Enter.
Buka Windows Logs > System.
Cari kejadian pada waktu perangkat mulai bermasalah.
Klik kejadian tersebut dan baca informasi pada bagian General.
Perhatikan sumber kejadian, waktu, Event ID, dan pesan lengkap.
Jangan menganggap setiap pesan Error atau Warning sebagai penyebab utama. Fokus pada kejadian yang waktunya sesuai dengan gangguan perangkat.
Memeriksa Informasi Sistem dengan System Information
System Information dapat menampilkan informasi tentang perangkat keras, sumber daya, komponen, dan lingkungan perangkat lunak Windows.
Untuk membukanya:
Tekan
Windows + R.Ketik
msinfo32.Tekan Enter.
Periksa kategori System Summary, Components, dan Software Environment sesuai kebutuhan.
Alat ini dapat membantu memeriksa model sistem, versi BIOS, komponen, serta informasi perangkat tertentu.
Untuk masalah konflik sumber daya, informasi tersebut dapat menjadi petunjuk tambahan. Namun, tidak semua masalah driver atau hardware akan terlihat langsung di System Information.
Memeriksa RAM dengan Windows Memory Diagnostic
Jika komputer mengalami Blue Screen, restart acak, atau aplikasi sering berhenti, pemeriksaan RAM dapat membantu.
Langkah-langkah:
Tekan
Windows + R.Ketik
mdsched.exe.Simpan pekerjaan yang terbuka.
Pilih Restart now and check for problems.
Tunggu proses pemeriksaan selesai.
Komputer akan restart dan melakukan pengujian memori.
Jika ditemukan kesalahan, kemungkinan penyebabnya meliputi modul RAM, slot, konfigurasi memori, atau ketidakstabilan sistem. Hasil ini perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyimpulkan komponen mana yang rusak.
Memeriksa SSD atau Hard Disk
Jika Windows sering mengalami error saat membuka file, gagal melakukan booting, atau menampilkan Blue Screen, periksa kondisi penyimpanan.
Jika Windows masih dapat diakses, buka Terminal atau Command Prompt sebagai administrator dan jalankan:
chkdsk C: /scanPerintah tersebut memeriksa sistem file drive C: tanpa langsung meminta pemeriksaan offline.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan sistem file berbeda dari pemeriksaan kesehatan fisik SSD atau hard disk. Gunakan fitur kesehatan drive atau alat diagnostik resmi produsen untuk pemeriksaan tambahan.
Jika drive mengeluarkan suara tidak normal, sering terputus, atau file penting tidak dapat dibaca, prioritaskan pencadangan data dan hindari menjalankan perbaikan intensif berulang kali sebelum kondisi drive dievaluasi.
Memeriksa Perangkat USB dan Jaringan
Perangkat USB dan adaptor jaringan merupakan contoh perangkat yang dapat mengalami masalah koneksi maupun driver.
Untuk perangkat USB:
Periksa kabel dan konektor.
Coba port lain yang diketahui berfungsi.
Hindari penggunaan hub USB yang tidak memiliki daya cukup jika perangkat memerlukannya.
Periksa status perangkat di Device Manager.
Untuk adaptor jaringan:
Pastikan perangkat tidak dinonaktifkan.
Periksa driver melalui Device Manager.
Uji koneksi jaringan dengan perangkat lain.
Periksa kabel Ethernet atau koneksi Wi-Fi.
Gunakan Network Troubleshooter jika tersedia.
Jika masalah muncul setelah pembaruan driver, pertimbangkan rollback ke versi sebelumnya yang diketahui berfungsi.
Urutan Troubleshooting yang Disarankan
Agar pemeriksaan lebih terarah, gunakan urutan berikut:
Catat kode error dan nama perangkat.
Periksa status perangkat di Device Manager.
Periksa koneksi fisik dan daya perangkat.
Catat versi driver dan perubahan terakhir.
Perbarui atau rollback driver dari sumber resmi.
Periksa Event Viewer jika masalah belum teratasi.
Jalankan alat diagnostik yang sesuai dengan gejala.
Evaluasi kemungkinan kerusakan perangkat keras jika error tetap muncul.
Ubah satu hal dalam satu waktu dan uji hasilnya. Cara ini memudahkan identifikasi penyebab masalah.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Saat memeriksa driver dan perangkat keras, hindari tindakan berikut:
Menghapus driver secara sembarangan.
Memasang driver dari situs yang tidak jelas.
Mengubah registry tanpa memahami risikonya.
Menonaktifkan fitur keamanan Windows hanya untuk mengatasi error driver.
Membongkar perangkat internal tanpa panduan dan tindakan pencegahan yang sesuai.
Melakukan reset atau instalasi ulang Windows sebelum melakukan diagnosis dasar.
Jika komputer menyimpan data penting, lakukan pencadangan sebelum perbaikan yang berisiko.
Kesimpulan
Memeriksa kode error driver dan perangkat keras di Windows 10 dan Windows 11 dapat dimulai melalui Device Manager. Kode seperti Code 10, Code 28, Code 43, dan Code 45 memberikan petunjuk tentang kondisi perangkat, tetapi tidak selalu menunjukkan penyebab akhir.
Gunakan Event Viewer, System Information, pemeriksaan RAM, dan alat diagnostik penyimpanan sesuai gejala. Periksa juga koneksi fisik dan kompatibilitas driver sebelum menyimpulkan adanya kerusakan hardware.
Dengan troubleshooting yang sistematis, pengguna dapat mempersempit penyebab masalah dan menentukan langkah perbaikan dengan lebih aman.
Portalid menyediakan tutorial praktis seputar Windows, komputer, networking, MikroTik, server, CCTV, dan teknologi digital untuk membantu pengguna melakukan diagnosis serta perbaikan IT sehari-hari.
Cara Menggunakan Device Manager untuk Memperbarui dan Memperbaiki Driver Windows.